BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Saat
ini kita hidup di era globalisasi dan teknologi yang sangat maju dan modern,
beberapa perubahan yang terjadi dalam bidang elektronika pun merupakan fakta
dalam kehidupan sehari-hari. Di saat dunia teknologi yang maju dan modern ini
sudah seharusnya kita dapat berperan aktif dalam perkembangan teknologi ini,
salah satunya kita harus memiliki kemampuan di bidang elektronika. Karena
bidang elektronika merupakan salah satu kunci untuk menyesuaikan diri dengan
perubahan dan memasuki dunia teknologi termasuk bidang elektronika ini.
Salah
satu rangkaian yang banyak di cari dan diminati oleh semua kalangan manusia,
yaitu rangkaian speaker aktif, karena dengan rangkaian ini seseorang dapat
berkaroke, mendengarkan musik dan lain sebagaianya. Di dalam rangkaian speaker
aktif ini terdapat rangkaian yang sangat beguna, salah satunya adalah rangkaian
power amplifier dengan system OCL (Output Capacitor Less). Power ini berfungsi
sebagai penguat audio pada speaker aktif tersebut. Tanpa adanya power tersebut,
speaker aktif tidak akan berfungsi dan tidak akan mengeluarkan suara yang
maksimal/suara yang kita inginkan.
Cara perakitan Power Output Amplifier Sistem OCL (Output
Capacitor Less) sebenarnya tidak sesulit yang kita bayangkan, dan karena masih
banyak orang yang belum mengetahui atau tidak tahu sama sekali, maka dari itu
mealui karya tulis ini, penulis berharap agar masyarakat mengetahui teknik
perakitan Power Output Amplifier Sistem OCL (Output Capacitor Less) dengan
mudah, tepat, dan praktis. Oleh karena itu, penulis membuat laporan ini dengan
judul “Cara Perakitan Power Output Amplifier System OCL (Output Capacitor Less)”
terkait dengan Prakerin di Tuminx Service Jalancagak-Subang.
1.2
Rumusan
Masalah
Dari hasil
latar belakang yang sudah di sampaikan, maka dapat di temukan beberapa masalah
yang terjadi di antaranya :
1. Bagaimana cara perakitan power
output amplifier system OCL (Output Capacitor Less)
2. Komponen apa saja yang termasuk
dalam perakitan Power OCL (Output Capacitor Less)?
1.3
Batasan Masalah
1. Bagaimana Cara Perakitan Power
Output Amplifier System OCL (Output Capacitor Less)
2. Komponen apa saja yang termasuk
dalam perakitan Power OCL (Output Capacitor Less)?
1.4 Maksud dan Tujuan
1.4.1
Maksud
Laporan ini dibuat dengan
maksud untuk lebih mengetahui tentang bagaimana Cara Perakitan Power
Output Amplifier System OCL (Output Capacitor Less) yang baik.
1.4.2
Tujuan
Agar dapat
mengerti tentang perakitan Power Output Amplifier Sistem OCL (Output Capacitor
Less) yang baik dan benar.
1.5 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan
oleh penulis dalam laporan kerja praktek ini adalah dengan cara mengumpulkan
data yang sebanyak-banyaknya. Dalam prakteknya menggunakan dua macam metode
penelitian dan memperoleh informasi dari data-data yang diperlukan.
1.5.1
Studi Lapangan
a. Penelitian dan pengamatan dengan
cara meninjau langsung bahan-bahan yang digunakan dalam peraktek kerja.
b. Wawancara langsung dengan personil
yang berbeda di lapangan untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya.
1.6
Studi Kepustakaan
Pencarian data-data informasi
melalui studi kepustakaan ini adalah dengan cara membaca literature yang
tersedia dan pengumpulan data melalui internet.
1.7 Sistematika Penulisan
Metode penulisan yang di lakukan
penulis adalah dengan cara membagi laporan ini menjadi 4 BAB, yang di antaranya
sebagai berikut:
|
BAB 1 Pendahuluan
|
: pada bab ini di bahas tentang uraian awal permasalahan dan BAB ini di
bahas mengenai latar belakang masalah, indentifikasi masalah, maksud dan
tujuan, metode penelitian dan sitematika penulisan.
|
|
BAB II Landasan Teori
|
: Pada BAB ini akan di uraikan
tentang pengertian, cara perakitan dan uraian-uraia materi Power Amplifier
Output Sistem OCL (Output Capacitor Less)
|
|
BAB III Pembahasan
|
: Pada BAB ini di bahas pengertian
Power Output Amplifier Sistem OCL (Output Capacitor Less)
|
|
BAB IV Kesimpulan Dan Saran
|
Pada BAB ini penulis memberikan
kesimpulan materi yang telah penulis bahas pada BAB-BAB sebelumnya dan memberikan
beberapa saran yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang di bahas
|
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Power Output Amplifier
Sistem OCL
Power Output Amplifier Sistem OCL adalah
power ampli yang outputannya langsung menggunakan transistor dan tidak memakai
kondensator elektrolit serta output transformatornya sebagai penyesuai
impedensi. Power amplifier berfungsi sebagai penguat suara, yaitu untuk
menguatkan daya (watt).
Power
Output Amplifier Sistem OCL mempunyai beberapa bagian yang berperan sangat
penting yang diantaranya yaitu bagian Buffer, bagian Driver, dan bagian Final.
Bagian
Buffer adalah bagian penguat awal atau pre-amplifier yaitu bagian audio yang
berfungsi sebagai penguat daya sinyal yang dikeluarkan oleh inputan. Getaran
dari penguat awal akan cukup besar, sehingga sinyal dapat dikirimkan ke bagian
penguat pengendali atau driver.
Bagian
Driver adalah bagian penguat penguat pengendali yang berfungsi sebagai antara
Buffer dan Final. Bagian Driver biasanya memakai transistor BD139 dan BD140.
Bagian
yang terakhir adalah bagian Final yang berfungsi sebagai penguat akhir (penguat
daya) yaitu bagian audio yang mampu kenghasilkan daya (watt) yang cukup besar.
2.2 Sistematika Kerja Power Output
Amplifier Sistem OCL
Fungsi
utama dari rangkaian Power Output Amplifier Sistem OCL adalah untuk menguatkan
daya (watt), sehingga suara yang dihasilkan atau yang dikeluarkan oleh speaker
akan terasa lebih kencang dan keras.
Pada waktu
merakit Power Output Amplifier Sistem OCL diusahakan tidak terjadi kesalahan
dalam pemasangan komponen, khususnya komponen yang memiliki popularitas seperti
halnya transistor, dioda, dan lain sebagainya. Kesalahan dalam pemasangan
komponen dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen tersebut saat diberikan
sumber tenaga (power supply). Oleh sebab itu sebelum diberikan sumber tenaga
periksa terlebih dahulu setiap komponen yang terpasang pada Power Output
Amplifier Sistem OCL terebut, agar sesuai dengan diagram rangkaianya. Sesudah
semua komponen terpasang dengan benar, kemudian selanjutnya akan dilakukan
pengujian terhadap Power Output Amplifier Sistem OCL tersebut.
2.3 Gambaran Umum Kegiatan di DU/DI
Secara
umum aktifitas dan kegiatan yang dilakukan sehari-hari di Tumink Service
Jalancagak Subang adalah seperti :
·
Menjual
berbagai macam komponen yang dibutuhkan,
·
Memproduksi
rangkaian elektronik,
·
Memasarkan
berbagai macam produk elektronik,
·
Membuat
perangkat elektronik yang siap di jual,
·
Memperbaiki
rangkaian elektronik yang rusak, dan
·
Mengalisis
kembalik perangkat elektronik yang dikirim dari pabrik.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Analisa Sistem Kerja
Dalam
tahap pengujian Power Output Amplifier Sistem OCL, kita boleh mempergunakan
bola lampu 24 volt sebagai pengganti Loudspeaker. Bola lampu tersebut
dipasang pada bagian outputan Power Amplifier, sesudah bola lampu
terpasang lalu beri sumber tenaga (power supply), bola lampu akan hidup pada
saat jari telunjuk menyentuh inputan pada Power Amplifier dan selanjutnya
bola lampu akan padam bila jari telunjuk dilepas dari inputan tersebut. Keadaan
demikian menunjukan bahwa Power Amplifier dalam keadaan bekerja dengn baik. Dan
sebaliknya apabila dalam pengujin tersebut bola lampu tidak pernah hidup pada
saat jari telunjuk menyentuh bagian inputan pada power amplifier, maka sudah
dipastikan bahwa Power Amplifier tersebut dalam keadaan rusak.
Dengan
memakai cara di atas kita dapat menguji Power Amplifier tanpa merusak Loudspeaker
yang kualitasnya baik.
3.2
Gambar Kerja
3.2.1 Diagram Blok Rangkaian Power
Amplifier Sistem OCL
1. Buffer: Sebagai penguat awal yang
terdiri dari transistor A1015 dan 1 Transistor D438.
2. Driver : Sebagai pengendali yang
terdiri dari Transistor BD139 dan Transistor BD140.
3. Final : Sebagai
penguat akhir yang akan mengeluarkan daya(watt) yang besar yang terdiri dari
Transistor TIP2955 dan TIP3055.
4. Speaker : Sebagai keluaran audio.
3.2.2 Diagram Blok Speaker Aktif
-
Uraian Gambar Kerja
-
Alat
Pungut
: Sebagai input sinyal seperti DVD dll
-
Tone
Control
: Sebagai pengatur suara
-
Power
Output Amplifier Sistem OCL : Sebagai
penguat daya (watt)
-
Speaker
: Untuk keluaran suara
-
Power
Supply : Sebagai sumber tegangan
dengan sistem Bipolar
3.3 Proeses Pengerjaan
3.3.1
Alat dan Bahan
Alat-alat
yang digunakan untuk merakit Power OCL (OUTPUT CAPACITOR LESS) yaitu :
1. Solder
: Untuk menyambung komponen pada pcb
2. Tang Potong : Untuk memotong kaki-kaki komponen pada pcb
3. Bor
Listrik : Untuk melubang pcb yang belum berlubang,
dan
4. Avometer : Mengukur tegangan komponen.
Komponen
– komponen yang digunakan yaitu :
1.
Transistor
A1015, D438, BD139, BD140, TIP2955, dan TIP3055’
2.
Kondensator,
3.
Resistor,
dan
4.
Dioda
3.3.2 Pemasangan komponen
Dalam memasang komponen pasang terlebih dahulu komponen yang berukuran terkecil
seperti resistor, dioda, kemudian dilanjutkan dengan memasang komponen yang
ukurannya lebih besar, yaitu Transistor dan Kondensator.
Secara rinci tahapannya yaitu :
1.
Terlebih
dahulu memasang komponen ke papan pcb,
2.
Menekuk
kaki-kaki komponen harus searah agar memudahkan proses penyolderan,
3.
Memotong
kaki-kaki komponen tersebut dengan gunting kuku agar lebih mudah dan rapih,
4.
Menyolder
semua kaki-kaki komponen yang sudah terpasang dan terpotong pada papan pcb,
5.
Dan
terakhir memasang Transistor Final, terlebih dahulu harus diukur dengan
menggunakan Avometer untuk mengetahui min-biasnya. Yaitu dengan
menempelkan kutub positif dan negative Avometer pada papan pcb yang akan
dipasang Transistor Final, yaitu pada kaki Basis dan Emitor, serta posisi
Avometer adalah 2,5 volt dc dan juga rangkaian Power tersebut suda terpasang Power
Supply sebagai sumber tenaganya. Jika jarum Avometer menunjukan nilai atau
angka 0,4 atau 0,5 ataupun 0,6 dan 0,7, maka rangkaian tersebut sudah siap
dipasangkan Transistor Final, dan harus dipasangkan pendingin.
3.3.3
Hasil
Jika Power Output Amplifier Sistem
OCL (OUTPUT CAPACITOR LESS) tersebut sudah melewati bagian pengujian dan
bekerja dengan baik, maka dapat dipastikan bahwa Power tesebut dapat
dipasangkan Loudspeaker untuk menguji suara. Dan hasilnya diperoleh
suara yang kencang dan keras.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Setelah penyusun menyelesaikan
laporan Prakerin. Dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1.
Power
Output Amplifier Sistem OCL (OUTPUT CAPACITOR LESS) membutuhkan sumber tenaga
Bipolar,
2.
Merakit
Power Output Amplifier Sistem OCL (OUTPUT CAPACITOR LESS) harus memasang
komponen yang ukuranya terkecil terlebih dahulu,
3.
Loudspeaker akan rusak jika Power Output
Amplifier Sistem OCL (OUTPUT CAPACITOR LESS) tidak bekerja dengan baik,
4.
Jangan
sampai ada komponen yang rusak karena akan memperngaruhi kerja Power Output
Amplifier Sistem OCL (OUTPUT CAPACITOR LESS) tersebut, dan
5.
Gunakanlah
dengan hati-hati Power Output Amplifier Sistem OCL (OUTPUT CAPACITOR LESS)
tersebut karena membutuhkan komponen yang cukup mahal.
4.2 Saran
1. Harus berhati – hati dan teliti
dalam merakit power amplifier ini agar pemasangan tidak salah atau terbalik dan
tidak membuang,
2. Periksa kembali jangan sampai ada
komponen yang rusak karena akan mempengaruhi kerja power tersebut, dan
3. Jika ada yang salah dalam pemasangan
komponen segera di perbaiki karena akan mempengaruhi kerja Power Amplififer OCL
tersebut.
4. Untuk lebih memperdalam materi Power
Amplififer OCL diharapkan pihak sekolah dapat memperbanyak jam praktek.
5. Agar lebih efektif dalam kegiatan
praktek diharapkan agar pihak sekolah lebih melengkapi sarana dan prasarana
pratikum.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Tampilan
Rangkaian Amplifier Sederhana
Tampilan
Rangkaian Amplifier Sederhana
Tampilan
Gambar Amplifier
Tampilan
Gambar Amplifier
Tampilan
Gambar bagian Dalam Mesin Amplifer
Tampilan
Gambar bagian Dalam Mesin Amplifer
Moto
Ø Hormatilah
kedua orang tuamu, sejelek apapun mereka, semarah apapun mereka, dan sebenci
apapun mereka pada kita, karena kasih saying orang tua tidak akan terhenti
terhadap anaknya
Ø Hari
ini harus lebih baik dari hari kemarin
Ø Katakana
bisa jika hatimu mengatakan bias dan janganlah mengatkan tidak kalau hatimu
mengatakan bias, karena kamu telah membohongi hatimu sendiri
Ø “Always be yourself and never be anyone else even if they
look better than you.”
Ø “Success is not a final and failure is not an initial.”
Ø “Success is always accompanied with failure.”
Kupersembahkan makalah ini untuk ayahanda,
dan ibunda, keluarga tercinta. Bapak dan ibu guru yang senantiasa mengiringi
setiap langkah kami serta teman-temanku yang selalu memberikan motivasi dalam
menyelesaikan makalah ini
DAFTAR
PUSTAKA