Rabu, 19 Februari 2014

Laporan Prakerin Teknik Reparasi Amplifier Sistem OCL



BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Saat ini kita hidup di era globalisasi dan teknologi yang sangat maju dan modern, beberapa perubahan yang terjadi dalam bidang elektronika pun merupakan fakta dalam kehidupan sehari-hari. Di saat dunia teknologi yang maju dan modern ini sudah seharusnya kita dapat berperan aktif dalam perkembangan teknologi ini, salah satunya kita harus memiliki kemampuan di bidang elektronika. Karena bidang elektronika merupakan salah satu kunci untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan memasuki dunia teknologi termasuk bidang elektronika ini.
Salah satu rangkaian yang banyak di cari dan diminati oleh semua kalangan manusia, yaitu rangkaian speaker aktif, karena dengan rangkaian ini seseorang dapat berkaroke, mendengarkan musik dan lain sebagaianya. Di dalam rangkaian speaker aktif ini terdapat rangkaian yang sangat beguna, salah satunya adalah rangkaian power amplifier dengan system OCL (Output Capacitor Less). Power ini berfungsi sebagai penguat audio pada speaker aktif tersebut. Tanpa adanya power tersebut, speaker aktif tidak akan berfungsi dan tidak akan mengeluarkan suara yang maksimal/suara yang kita inginkan.
Cara perakitan Power Output Amplifier Sistem OCL (Output Capacitor Less) sebenarnya tidak sesulit yang kita bayangkan, dan karena masih banyak orang yang belum mengetahui atau tidak tahu sama sekali, maka dari itu mealui karya tulis ini, penulis berharap agar masyarakat mengetahui teknik perakitan Power Output Amplifier Sistem OCL (Output Capacitor Less) dengan mudah, tepat, dan praktis. Oleh karena itu, penulis membuat laporan ini dengan judul “Cara Perakitan Power Output Amplifier System OCL (Output Capacitor Less)” terkait dengan Prakerin di Tuminx Service Jalancagak-Subang.

1.2   Rumusan Masalah
Dari hasil latar belakang yang sudah di sampaikan, maka dapat di temukan beberapa masalah yang terjadi di antaranya :
1.      Bagaimana cara perakitan power output amplifier system OCL (Output Capacitor Less)
2.      Komponen apa saja yang termasuk dalam perakitan Power  OCL (Output Capacitor Less)?

1.3   Batasan Masalah
1.      Bagaimana Cara Perakitan Power Output Amplifier System OCL (Output Capacitor Less)
2.      Komponen apa saja yang termasuk dalam perakitan Power  OCL (Output Capacitor Less)?

1.4  Maksud dan Tujuan
1.4.1        Maksud
Laporan ini dibuat dengan maksud  untuk lebih mengetahui tentang bagaimana Cara Perakitan Power Output Amplifier System OCL (Output Capacitor Less) yang baik.

1.4.2        Tujuan
Agar dapat mengerti tentang perakitan Power Output Amplifier Sistem OCL (Output Capacitor Less)  yang baik dan benar.

1.5 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam laporan kerja praktek ini adalah dengan cara mengumpulkan data yang sebanyak-banyaknya. Dalam prakteknya menggunakan dua macam metode penelitian dan memperoleh informasi dari data-data yang diperlukan.

1.5.1        Studi Lapangan
a.       Penelitian dan pengamatan dengan cara meninjau langsung bahan-bahan yang digunakan dalam peraktek kerja.
b.      Wawancara langsung dengan personil yang berbeda di lapangan untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya.

1.6       Studi Kepustakaan
Pencarian data-data informasi melalui studi kepustakaan ini adalah dengan cara membaca literature yang tersedia dan pengumpulan data melalui internet.

1.7      Sistematika Penulisan
Metode penulisan yang di lakukan penulis adalah dengan cara membagi laporan ini menjadi 4 BAB, yang di antaranya sebagai berikut:
BAB 1 Pendahuluan
: pada bab ini di bahas tentang uraian awal permasalahan dan BAB ini di bahas mengenai latar belakang masalah, indentifikasi masalah, maksud dan tujuan, metode penelitian dan sitematika penulisan.
BAB II Landasan Teori
: Pada BAB ini akan di uraikan tentang pengertian, cara perakitan dan uraian-uraia materi Power Amplifier Output Sistem OCL (Output Capacitor Less) 
BAB III Pembahasan
: Pada BAB ini di bahas pengertian Power Output Amplifier Sistem OCL (Output Capacitor Less)
BAB IV Kesimpulan Dan Saran
Pada BAB ini penulis memberikan kesimpulan materi yang telah penulis bahas pada BAB-BAB sebelumnya dan memberikan beberapa saran yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang di bahas

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1  Pengertian Power Output Amplifier Sistem OCL
 Power Output Amplifier Sistem OCL adalah power ampli yang outputannya langsung menggunakan transistor dan tidak memakai kondensator elektrolit serta output transformatornya sebagai penyesuai impedensi. Power amplifier berfungsi sebagai penguat suara, yaitu untuk menguatkan daya (watt).
Power Output Amplifier Sistem OCL mempunyai beberapa bagian yang berperan sangat penting yang diantaranya yaitu bagian Buffer, bagian Driver, dan bagian Final.
Bagian Buffer adalah bagian penguat awal atau pre-amplifier yaitu bagian audio yang berfungsi sebagai penguat daya sinyal yang dikeluarkan oleh inputan. Getaran dari penguat awal akan cukup besar, sehingga sinyal dapat dikirimkan ke bagian penguat pengendali atau driver.
Bagian Driver adalah bagian penguat penguat pengendali yang berfungsi sebagai antara Buffer dan Final. Bagian Driver biasanya memakai transistor BD139 dan BD140.
Bagian yang terakhir adalah bagian Final yang berfungsi sebagai penguat akhir (penguat daya) yaitu bagian audio yang mampu kenghasilkan daya (watt) yang cukup besar.


2.2  Sistematika Kerja Power Output Amplifier Sistem OCL
Fungsi utama dari rangkaian Power Output Amplifier Sistem OCL adalah untuk menguatkan daya (watt), sehingga suara yang dihasilkan atau yang dikeluarkan oleh speaker akan terasa lebih kencang dan keras.
Pada waktu merakit Power Output Amplifier Sistem OCL diusahakan tidak terjadi kesalahan dalam pemasangan komponen, khususnya komponen yang memiliki popularitas seperti halnya transistor, dioda, dan lain sebagainya. Kesalahan dalam pemasangan komponen dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen tersebut saat diberikan sumber tenaga (power supply). Oleh sebab itu sebelum diberikan sumber tenaga periksa terlebih dahulu setiap komponen yang terpasang pada Power Output Amplifier Sistem OCL terebut, agar sesuai dengan diagram rangkaianya. Sesudah semua komponen terpasang dengan benar, kemudian selanjutnya akan dilakukan pengujian terhadap Power Output Amplifier Sistem OCL tersebut.

2.3  Gambaran Umum Kegiatan di DU/DI
   Secara umum aktifitas dan kegiatan yang dilakukan sehari-hari di Tumink Service Jalancagak Subang adalah seperti :
·         Menjual berbagai macam komponen yang dibutuhkan,
·         Memproduksi rangkaian elektronik,
·         Memasarkan berbagai macam produk elektronik,
·         Membuat perangkat elektronik yang siap di jual,
·         Memperbaiki rangkaian elektronik yang rusak, dan
·         Mengalisis kembalik perangkat elektronik yang dikirim dari pabrik.
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Analisa Sistem Kerja
Dalam tahap pengujian Power Output Amplifier Sistem OCL, kita boleh mempergunakan bola lampu 24 volt sebagai pengganti Loudspeaker. Bola lampu tersebut dipasang pada bagian outputan Power  Amplifier, sesudah bola lampu terpasang lalu beri sumber tenaga (power supply), bola lampu akan hidup pada saat jari telunjuk menyentuh inputan pada Power Amplifier  dan selanjutnya bola lampu akan padam bila jari telunjuk dilepas dari inputan tersebut. Keadaan demikian menunjukan bahwa Power Amplifier dalam keadaan bekerja dengn baik. Dan sebaliknya apabila dalam pengujin tersebut bola lampu tidak pernah hidup pada saat jari telunjuk menyentuh bagian inputan pada power amplifier, maka sudah dipastikan bahwa Power Amplifier tersebut dalam keadaan rusak.
Dengan memakai cara di atas kita dapat menguji Power Amplifier tanpa merusak Loudspeaker yang kualitasnya baik.

3.2 Gambar Kerja
3.2.1 Diagram Blok Rangkaian Power Amplifier  Sistem OCL



1.      Buffer: Sebagai penguat awal yang terdiri dari  transistor A1015 dan 1 Transistor D438.
2.      Driver : Sebagai pengendali yang terdiri dari Transistor BD139 dan Transistor BD140.
3.      Final    : Sebagai penguat akhir yang akan mengeluarkan daya(watt) yang besar yang terdiri dari Transistor TIP2955 dan TIP3055.
4.      Speaker : Sebagai keluaran audio.

3.2.2 Diagram Blok Speaker Aktif








- Uraian Gambar Kerja
-          Alat Pungut                     : Sebagai input sinyal seperti DVD dll
-          Tone Control                   : Sebagai pengatur suara
-          Power Output Amplifier Sistem OCL    : Sebagai penguat daya (watt)
-          Speaker                           : Untuk keluaran suara
-          Power Supply                    : Sebagai sumber tegangan dengan sistem Bipolar


3.3 Proeses Pengerjaan
3.3.1 Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan untuk merakit Power OCL (OUTPUT CAPACITOR LESS) yaitu :
1.      Solder                      : Untuk menyambung komponen pada pcb
2.      Tang Potong            : Untuk memotong kaki-kaki komponen pada pcb
3.      Bor Listrik               : Untuk melubang pcb yang belum berlubang, dan
4.      Avometer                 : Mengukur tegangan komponen.
Komponen – komponen yang digunakan yaitu :
1.            Transistor A1015, D438, BD139, BD140, TIP2955, dan TIP3055’
2.            Kondensator,
3.            Resistor, dan
4.            Dioda

3.3.2 Pemasangan komponen
         Dalam memasang komponen pasang terlebih dahulu komponen yang berukuran terkecil seperti resistor, dioda, kemudian dilanjutkan dengan memasang komponen yang ukurannya  lebih besar, yaitu Transistor dan Kondensator.
         Secara rinci tahapannya yaitu :
1.                  Terlebih dahulu memasang komponen ke papan pcb,
2.                  Menekuk kaki-kaki komponen harus searah agar memudahkan proses penyolderan,
3.                  Memotong kaki-kaki komponen tersebut dengan gunting kuku agar lebih mudah dan rapih,
4.                  Menyolder semua kaki-kaki komponen yang sudah terpasang dan terpotong pada papan pcb,
5.                  Dan terakhir memasang Transistor Final, terlebih dahulu harus diukur dengan menggunakan Avometer untuk mengetahui  min-biasnya. Yaitu dengan menempelkan kutub positif dan negative Avometer pada papan pcb yang akan dipasang Transistor Final, yaitu pada kaki Basis dan Emitor, serta posisi Avometer adalah 2,5 volt dc dan juga rangkaian Power tersebut suda terpasang Power Supply sebagai sumber tenaganya. Jika jarum Avometer menunjukan nilai atau angka 0,4 atau 0,5 ataupun 0,6 dan 0,7, maka rangkaian tersebut sudah siap dipasangkan Transistor Final, dan harus dipasangkan pendingin.

3.3.3 Hasil
         Jika Power Output Amplifier Sistem OCL (OUTPUT CAPACITOR LESS) tersebut sudah melewati bagian pengujian dan bekerja dengan baik, maka dapat dipastikan bahwa Power tesebut dapat dipasangkan Loudspeaker untuk menguji suara. Dan hasilnya diperoleh suara yang kencang dan keras.







BAB IV
PENUTUP

4.1  Kesimpulan
      Setelah penyusun menyelesaikan laporan Prakerin. Dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1.            Power Output Amplifier Sistem OCL (OUTPUT CAPACITOR LESS) membutuhkan sumber tenaga Bipolar,
2.            Merakit Power Output Amplifier Sistem OCL (OUTPUT CAPACITOR LESS) harus memasang komponen yang ukuranya terkecil terlebih dahulu,
3.            Loudspeaker akan rusak jika Power Output Amplifier Sistem OCL (OUTPUT CAPACITOR LESS) tidak bekerja dengan baik,
4.            Jangan sampai ada komponen yang rusak karena akan memperngaruhi kerja Power Output Amplifier Sistem OCL (OUTPUT CAPACITOR LESS) tersebut, dan
5.            Gunakanlah dengan hati-hati Power Output Amplifier Sistem OCL (OUTPUT CAPACITOR LESS) tersebut karena membutuhkan komponen yang cukup mahal.

4.2  Saran
1.      Harus berhati – hati dan teliti dalam merakit power amplifier ini agar pemasangan tidak salah atau terbalik dan tidak membuang,
2.      Periksa kembali jangan sampai ada komponen yang rusak karena akan mempengaruhi kerja power tersebut, dan
3.      Jika ada yang salah dalam pemasangan komponen segera di perbaiki karena akan mempengaruhi kerja Power Amplififer OCL tersebut.
4.      Untuk lebih memperdalam materi Power Amplififer OCL diharapkan pihak sekolah dapat memperbanyak jam praktek.
5.      Agar lebih efektif dalam kegiatan praktek diharapkan agar pihak sekolah lebih melengkapi sarana dan prasarana pratikum.


LAMPIRAN-LAMPIRAN
 











Tampilan Rangkaian Amplifier Sederhana

 










Tampilan Rangkaian Amplifier Sederhana


 










Tampilan Gambar Amplifier

 










Tampilan Gambar Amplifier


 


           







Tampilan Gambar bagian Dalam Mesin Amplifer

 











Tampilan Gambar bagian Dalam Mesin Amplifer


Moto

Ø Hormatilah kedua orang tuamu, sejelek apapun mereka, semarah apapun mereka, dan sebenci apapun mereka pada kita, karena kasih saying orang tua tidak akan terhenti terhadap anaknya
Ø Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin
Ø Katakana bisa jika hatimu mengatakan bias dan janganlah mengatkan tidak kalau hatimu mengatakan bias, karena kamu telah membohongi hatimu sendiri
Ø “Always be yourself and never be anyone else even if they look better than you.”
Ø “Success is not a final and failure is not an initial.”
Ø “Success is always accompanied with failure.”

Kupersembahkan makalah ini untuk ayahanda, dan ibunda, keluarga tercinta. Bapak dan ibu guru yang senantiasa mengiringi setiap langkah kami serta teman-temanku yang selalu memberikan motivasi dalam menyelesaikan makalah ini


DAFTAR PUSTAKA